aku selalu merasa diriku inilah yang paling mampu atas segala hal tentang besar kecil diriku..
merasa bahwa aku tak perlu lagi kritik saran bantuan atau semacamnya itulah..
aku ini, bisa dibilang egois..
atau skeptis mungkin..
ketika ingin mengambil sesuatu di tempat yang lebih tinggi, aku ambil tangga, bukan meminta orang lain..
ketika aku terlewatkan sesuatu, aku mengulangnya dari awal, bukan meminta orang lain..
ketika aku senang, aku berbagi, hanya berbagi bukan meminta lagi..
ketika aku kacau, aku diam, aku benahi diriku sendiri, bukan meminta orang lain..
ketika pintu tertutup, aku membukanya sendiri..
sama halnya dengan naik tangga, menyeberang jalan atau mencari sesuatu.. aku melakukan sendiri, dengan tanganku, mataku, kakiku, telingaku, hatiku..
sebenarnya, kadang kala aku juga ingin ada seseorang yang membantuku..
seperti misalnya,
memegang tanganku ketika aku hampir terjatuh..
meminjamkan pundaknya ketika aku bersedih..
atau sekedar meluangkan waktunya untuk menghabiskan malam dengan canda dan tawa..
aku suka sekali tertawa..
aku sadar, bukan karena aku tak butuh orang lain..
tetapi, aku sudah terbiasa dengan cara seperti ini..
kedua orang tuaku selalu bilang, "dik, kalau kamu mempunyai A, bukan berarti kamu A! kalau kamu C, bukan berarti kamu tidak bisa seperti A! jadilah B, dan lihatlah baik buruk A dan C, dan bersahabatlah dgn B lainnya.."
aku terkekeh karena sungguh klise itu semua, namun aku menyadari itu benar adanya..
bagiku, kesederhanaan dan kemandirian yang telah diciptakan untukku membentuk kepribadian yang sangat kudambakan..
aku, seorang wanita yang tak pernah mempermasalahkan akan sebuah belas kasih atau iba mengiba..
dan lainnya..
aku, hanya tau satu hal, setiap manusia tak dapat hidup sendiri.. apapun itu, akan ada tangan-tangan lain yang membantu.. dan aku sungguh mengerti itu..
aku belajar menerima sesuatu, seperti:
"sini, kalau berat dibawakan.." atau, "pakai jaketku, kalau dingin.."
seterusnya, aku akan tetap menjadi apa adanya diriku dan menyayangi mereka yang mengerti dan menyayangiku..
Tuesday, December 8, 2009
Monday, May 4, 2009
tale
aku poernah bermimpi datang ke sebuah padang hijau dngan gaun jinggaku yang amat indah..
pergi aku bersama seseorang yang entah siapa namanya..
berharap aku namanya adalh pria.. atau lelaki mungkin..
kali ini, aku tak di padang hijau dengan angsa emas itu..
aku kini sepertiya di gurun nan tandus,beroase embun pada tiap pasir yang ku jejaki..
panas sungguh membakar mataku..
sedikit sedikit kulihat gaunku porak-poranda berubah warna dari jingga jadi kelabu..
sedetik kemudian kurasakan tubuhku terhempas jatuh tanpa aku peduli lagi akan segalanya..
semua tampak hitam,tak terkecuali raja siang yang besar itu..
namun aku masih bisa mendengar, suara tekukur burung-burung dara dan gemericik air kecipratan dari kubangan membangunkanku..
takjub aku ketika menyadari diri ini bersandar pada tubuh seseorang begitu hangat, naun tak lantas membuatku nyaman..
aku tersentak.. KAGET!!
aku menyibakkan rambut panjangku untuk dapat melihatnya dengan jelas..
seseorang itu terlelap dalam lelahnya, dan aku tak asing dengannya..
seolah aku pernah menempuh perjalanan panjang dengan gandengan tangan tak terpisahkan dengannya, kinipun aku tak sedetikpun melepaskan kedua tangannya yang melingkari pinggangku meski ia terlelap..
aku tunggu ia tersadar agar dapat kutanyakan namanya..
sampai smpai, aku tak dapat mengatur detak jantungku yang mendera.. karena bahagia..
walau lebih terasa seperti detak ketakutan..
ia terbangun dengan sigap..
aku terlelap..
lantas benar-benar terbangun..
dan aku mennagis, tak lagi dapat tahu namanya..
pergi aku bersama seseorang yang entah siapa namanya..
berharap aku namanya adalh pria.. atau lelaki mungkin..
kali ini, aku tak di padang hijau dengan angsa emas itu..
aku kini sepertiya di gurun nan tandus,beroase embun pada tiap pasir yang ku jejaki..
panas sungguh membakar mataku..
sedikit sedikit kulihat gaunku porak-poranda berubah warna dari jingga jadi kelabu..
sedetik kemudian kurasakan tubuhku terhempas jatuh tanpa aku peduli lagi akan segalanya..
semua tampak hitam,tak terkecuali raja siang yang besar itu..
namun aku masih bisa mendengar, suara tekukur burung-burung dara dan gemericik air kecipratan dari kubangan membangunkanku..
takjub aku ketika menyadari diri ini bersandar pada tubuh seseorang begitu hangat, naun tak lantas membuatku nyaman..
aku tersentak.. KAGET!!
aku menyibakkan rambut panjangku untuk dapat melihatnya dengan jelas..
seseorang itu terlelap dalam lelahnya, dan aku tak asing dengannya..
seolah aku pernah menempuh perjalanan panjang dengan gandengan tangan tak terpisahkan dengannya, kinipun aku tak sedetikpun melepaskan kedua tangannya yang melingkari pinggangku meski ia terlelap..
aku tunggu ia tersadar agar dapat kutanyakan namanya..
sampai smpai, aku tak dapat mengatur detak jantungku yang mendera.. karena bahagia..
walau lebih terasa seperti detak ketakutan..
ia terbangun dengan sigap..
aku terlelap..
lantas benar-benar terbangun..
dan aku mennagis, tak lagi dapat tahu namanya..
Wednesday, April 15, 2009
tebak
di sepanjang perjalanan hidupku, sungguh aku begitu bersyukur akan banyaknya kasih sayang yang kudapat dari orang-orang terkasihku..
orang-orang terdekat yang selalu bilang, "aku sayang kamu.." atau "ayoo semangat, kamu pasti bisa!!"
sungguh itu bukan sulap bukan sihir, selalu membuatku merasa sangat berharga berada disini, sekarang ini..
namun memang tak pernah segala sesuatu yang kurasa, lantas aku merasa puas...
sama halnya seperti yang banyak sekali aku lihat, setiap manusia, membutuhkan satu pasang orang lain untuk berbagi.. dan aku inginkan itu..
bahkan sangat ingin..
bukan.. bukannya tak ada dahulu, sekarang, ataupun nanti seorang yang bisa disebut kekasih itu ada..
ada, aku punya namun bukan yang aku inginkan..terkadang aku bahkan melihat diriku sebagai seorang yang tak pandai bersyukur dan munafik..
sekali waktu, waktu itu, bahkan aku masih ingat semuanya..
aku memilikinya..
yaa, seorang yang begitu tulus mengajari aku apa arti cinta..
aku pernah aku dapatkan, kasih yang teramat dalam, cinta yang teramat sangat dari seorang lelaki yang bahkan aku tak yakin padanya, awalnya..
begitu besar perhatian, begitu besar rasa sayang, begitu besar pengharapan, juga begituuuu besar segala tutur kata penuh makna yang ia sampaikan..
aku sayang sekali padanya.. meski kedekatan itu terasa singkat..
ibarat ia telah menancapkan sebilah pisau tajam di nadiku, semua tak begitu saja hilang terhapuskan waktu.. dan selalu membekas.. dan terlihat..
aku sadar betapa semua yang kurasa hanyalah klise dari segelumit rasa yang kurasa..
aku begitu naif, namun biarkan saja, asal ia puas.. dan senang..
kini ia bersama orang lainpun, aku tahu akulah yang ia selalu dambakan..
betapa berartinya aku untuknya..
betapa, ketika ia menatapku untuk terakhir kalinyapun, seolah ia berkata, "seandainya, aku bisa merengkuhmu erat.. aku akan..."
orang-orang terdekat yang selalu bilang, "aku sayang kamu.." atau "ayoo semangat, kamu pasti bisa!!"
sungguh itu bukan sulap bukan sihir, selalu membuatku merasa sangat berharga berada disini, sekarang ini..
namun memang tak pernah segala sesuatu yang kurasa, lantas aku merasa puas...
sama halnya seperti yang banyak sekali aku lihat, setiap manusia, membutuhkan satu pasang orang lain untuk berbagi.. dan aku inginkan itu..
bahkan sangat ingin..
bukan.. bukannya tak ada dahulu, sekarang, ataupun nanti seorang yang bisa disebut kekasih itu ada..
ada, aku punya namun bukan yang aku inginkan..terkadang aku bahkan melihat diriku sebagai seorang yang tak pandai bersyukur dan munafik..
sekali waktu, waktu itu, bahkan aku masih ingat semuanya..
aku memilikinya..
yaa, seorang yang begitu tulus mengajari aku apa arti cinta..
aku pernah aku dapatkan, kasih yang teramat dalam, cinta yang teramat sangat dari seorang lelaki yang bahkan aku tak yakin padanya, awalnya..
begitu besar perhatian, begitu besar rasa sayang, begitu besar pengharapan, juga begituuuu besar segala tutur kata penuh makna yang ia sampaikan..
aku sayang sekali padanya.. meski kedekatan itu terasa singkat..
ibarat ia telah menancapkan sebilah pisau tajam di nadiku, semua tak begitu saja hilang terhapuskan waktu.. dan selalu membekas.. dan terlihat..
aku sadar betapa semua yang kurasa hanyalah klise dari segelumit rasa yang kurasa..
aku begitu naif, namun biarkan saja, asal ia puas.. dan senang..
kini ia bersama orang lainpun, aku tahu akulah yang ia selalu dambakan..
betapa berartinya aku untuknya..
betapa, ketika ia menatapku untuk terakhir kalinyapun, seolah ia berkata, "seandainya, aku bisa merengkuhmu erat.. aku akan..."
Monday, January 26, 2009
b4 RQ
kali ini benar sekali aku merasa tak punya apa2..
bukan.. bukan krn aku merasa tak bersyukur..
aku sungguh syukuri apa adanya diriku..
namun seperti hampa saja rasanya..
seperti memiliki sesuatu yg bukan kita miliki..
sungguh ironi..
ketika aku merasa menjadi org paling tak berguna,aku menangis..
ketika aku dapatkan satu pilihan untuk sekedar membuktikan,bahkan aku juga menangis..
bagiku,tak ada pilihan lain,selain membahagiakan orang2 terdkatku..
dgn caraku..
yg aku tau terkadang tak juga membahagiakan bagi mereka..
aku jg ingin seperti anak lainnya..
ketika sedang diatas,semua mendangak,ketika dibawah,semua menunduk,tanda aku diperhatikan..
tak usahlah dlm sgala hal,kumohon dlm hal2 mbanggakan saja..
tak perlulah ikud mendangak atau merunduk..
restui saja,maka aku akan yakin,kebanggaan dan kebahagiaan akan aku persembahkan..
ku dengarkan lagu sedu sedan..
terhanyut aku dlm air mata,aku sadar ini tak benar..
yg hrus kulakukan adlh,ikuti saja..
dgn sgenap jiwa..
yakini saja..
bukan.. bukan krn aku merasa tak bersyukur..
aku sungguh syukuri apa adanya diriku..
namun seperti hampa saja rasanya..
seperti memiliki sesuatu yg bukan kita miliki..
sungguh ironi..
ketika aku merasa menjadi org paling tak berguna,aku menangis..
ketika aku dapatkan satu pilihan untuk sekedar membuktikan,bahkan aku juga menangis..
bagiku,tak ada pilihan lain,selain membahagiakan orang2 terdkatku..
dgn caraku..
yg aku tau terkadang tak juga membahagiakan bagi mereka..
aku jg ingin seperti anak lainnya..
ketika sedang diatas,semua mendangak,ketika dibawah,semua menunduk,tanda aku diperhatikan..
tak usahlah dlm sgala hal,kumohon dlm hal2 mbanggakan saja..
tak perlulah ikud mendangak atau merunduk..
restui saja,maka aku akan yakin,kebanggaan dan kebahagiaan akan aku persembahkan..
ku dengarkan lagu sedu sedan..
terhanyut aku dlm air mata,aku sadar ini tak benar..
yg hrus kulakukan adlh,ikuti saja..
dgn sgenap jiwa..
yakini saja..
Subscribe to:
Posts (Atom)
