perjalanan 45 menitku begitu terasa sangat panjang dan menyebalkan!!
bahkan kala itu aku duduk dibangku yang bukan pilihanku...
karena dari situ, aku malah dapat melihat dgn jelas raut muka supir angkot bau ketiak dengan mata merah, seolah ia ingin menerkamku bulat-bulat!!
mungkin,jika ia ditaruh dalam sebuah drama, ia adalah si pemeran antagonis yang sangat antagonis sekali...
sangat ugal-ugalan ia memboyong kami para penumpangnya..
aku memperhatikan sekelilingku, mereka nampak punya pesan yang sama dikepala mereka tentang apa yang juga aku fikirkan, SUPIR GILA !!
sesekali ia mengecap tanda tak suka..
sesekali juga ia memicingkan mata merahnya untuk melihat kerja asistennya tau yang biasa kita sebut dgn kondektur, apakah ia bekerja dgn baik atau tidak?!
seolah tak pernah dajari bersyukur, ia selalu mengeluhkan akan sedikitnya sewa pagi ini pada si kondektur tambun dgn peluh di sekitar mukanya..
iba akuu..
menggertak si supir tanpa wibawa,membuat penumpang yang lain termasuk aku semkin membencinya.. bahkan yang ia persoalkan adalh bukan hal yang sepatutnya membuat sang kondektur murung...
sekali lagi, iba akuu...
dan untuk ke-3 kalinya aku naik bus yang sama dengan polah yang sama..
rasanya ingin sekali hati ini mengajari ia sedikit rasa berterima kasih... sedikit rasa bersyukur...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment